Jumat, 07 Februari 2014

Mengais Masa Lalu




Kamu selalu mengajariku mengais ngais masa lalu
Memaksa ku untuk kembali menyentuh kenangan

Terdampar dalam bayang bayang
yang kau gurat secara sengaja
Seakan-akan sosokmu nyata

Menjelma menjadi pahlawan kesiangan
Yang merusak kebahagiaan

Dalam kenangan kau seret aku perlahan
Menuju masa yang harusnya aku lupakan        

Hingga aku kelelahan
Hingga aku sadar bahwa aku sedang di permainkan...

Inikah caramu menyakiti ku?
Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku?

Apakah dengan melihat tangis ku itu
berarti bahagia buat mu?
Apakah dengan meenorehkan luka di hatiku?

Berarti kemenangan bagimu....
Siapa aku di matamu?
Hingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratanmu...
Apakah boneka kecil mu ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau
mainkan ini dilarang mencari kebebasan?
Mengapa kau sering memperlakukanku seperti mainan?

Kapan kau ajari aku kebebasan?
Ajari aku caranya melupakan...

Meniadakan segala kecemasan
Meniadakan segala kenangan

Nyatanya derai air mataku hanya di sebabkan olehmu
  
Ajari akau caranya melupakan
Sehingga aku lupa caranya menangis
Sehingga aku lupa caranya meratap
Karena aku selalu kenal air mata

Aku hanya ingin tertawa
Sehingga hati aku mati rasa akan luka..

2 komentar:

  1. Anjirrrr bahasamu keren banget mal :D kata-katamu kayak truk gandeng, saling menyambung sesuai konsonan :D apik mal, apik..
    anake sapa kowe ya? :D deneng pinter temen merangkai kata

    BalasHapus